Konsep Indonesia (KonsepIndo) Research & Consulting

Rilis Survei Dinamika Pemilih Provinsi DKI Jakarta Pilkada 2017

Direktur Konsepindo, Veri Muhlis Ariffuzaman (tengah) didampingi peneliti senior LIPI, Siti Zuhro (kanan), saat memaparkan hasil survei terkait Dinamika pemilih Pemilukada DKI Jakarta 2017 di Hotel Alia

Rilis Survei Dinamika Pemilih Provinsi DKI Jakarta Pilkada 2017

May 12, 2016
|

Dinamika Pemilih Provinsi DKI Jakarta Pemilukada 2017-2022 Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting Survei Mei 2016

Latar Belakang

Munculnya banyak nama bakal calon gubernur dalam perhelatan pemilukada DKI Jakarta 2017 merupakan bentuk kesadaran berpolitik warga untuk berpartisipasi dalam menentukan kebijakan politik di DKI Jakarta. Apakah semua bakal calon tersebut ditopang oleh modal elaktabilitas kandidat atau sekedar mengundi “peruntungan”? Ataukah para kandidat telah memiliki dukungan politik dari warga DKI Jakarta secara kokoh dan terus menguat, termasuk sebaliknya mengalami kecenderungan penurunan elektabilitas secara signifikan?. Apa sajakah faktor yang memengaruhi keterpilihan berikut alasan menolak kandidat tertentu dalam persepsi publik Jakarta?

Riset ini dimaksudkan untuk menguji konsistensi pilihan politik para pemilih terhadap nama-nama bakal calon yang telah beredar selama ini. Yakni, dengan mengukur keterpilihan kandidat melalui aspek dimensi sosiografi (termasuk Partai Id) (Woshinsky, 2008: 132; Heywood, 2007: 266; Liddle Dan Mujani, 2007: 850), dimensi psikologis  dan pencitraan Publik (Campbell, Converse, Miller, Dan Stokes: 1960; Evans, 2004: 25), praktik pengaruh money politics atau vote buying (Forest dan Teresita, 2000: 94; Supriyanto, 2005: 3), dan kinerja partai/tim pemenangan (CNEP, 2004).

Metode Penelitian

Populasi survei ini adalah seluruh warga DKI Jakarta yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel 620 Responden, margin of error sebesar ± 4% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang terdiri dari 10 responden teracak. (Kish, 1965:362)

Quality control secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Waktu wawancara lapangan dan spotcheck 24 April – 4 Mei 2016.

Download: Survei Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting Pemilukada DKI Jakarta 2017