Konsep Indonesia (KonsepIndo) Research & Consulting

Keunggulan Wahidin-Andika Dinilai Wajar

Direktur Konsepindo, Veri Muhlis Ariffuzaman (tengah) didampingi peneliti senior LIPI, Siti Zuhro (kanan), saat memaparkan hasil survei terkait Dinamika pemilih Pemilukada DKI Jakarta 2017 di Hotel Alia

Keunggulan Wahidin-Andika Dinilai Wajar

February 19, 2017
|

Harnas.co — Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten masih menuai polemik imbas hasil hitung cepat beberapa lembaga survei. Salah satu pasangan calon Rano Karno-Embay Mulya Syarief menduga ada kecurangan yang terjadi lantaran hasil hitung cepat sementara dimenangkan pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Peneliti Lembaga Survey Stratak Indonesia Octarina Soebardjo menyatakan, kemenangan telak paslon Wahidin-Andika di Kota Tangerang sudah diprediksi sejak awal. Itu diperkuat oleh hasil hitung cepat sementara oleh KPU setempat yakni, paslon Wahidin-Andika dapat dipastikan sebagai pemenang dengan selisih hampir 88 ribu suara.

“Saya kira Rano dan tim strategi serta para ahli yang ada di belakangnya harus jujur secara ilmiah dan sewajarnya menempatkan Kota Tangerang adalah lumbung suara atau basisnya Wahidin,” katanya dalam siaran pers, Minggu (19/2).

Ahli Strategi Politik Banten Veri Muhlis Arifuzzaman mengaku tak heran jika pasangan Wahidin-Andika lebih unggul ketimbang Rano-Embay. Itu karena Wahidin punya prestasi dan pengalaman memerintah.

“Sedangkan Andika punya jaringan pemenangan yang solid dan terlatih. Tidak ada yang aneh dengan kemenangan ini,” ujar Veri.

Kemenangan Wahidin di Kota Tangerang, kata dia, terjadi karena kinerja dan prestasinya yang sudah dirasakan oleh rakyat setempat. “Jadi silakan cek ke bawah, tanya rakyat di sana,” katanya.

Dia menilai, kemenangan Wahidin-Andika di Kabupaten Serang, sangat wajar, mengingat daerah tersebut merupakan basis kekuatan keluarga Andika. Jika melihat pada potensi yang dimiliki pasangan Wahidin-Andika, seharusnya unggul telak di banyak kabupaten-kota di Banten.

Sumber: http://www.harnas.co/2017/02/19/keunggulan-wahidin-andika-dinilai-wajar