Konsep Indonesia (KonsepIndo) Research & Consulting

Konsepindo: Banten akan Tetap Dipimpin Kekuatan Politik Eksis

Konsepindo Banten akan Tetap Dipimpin Kekuatan Politik Eksis (newsmedia.co.id)

Konsepindo: Banten akan Tetap Dipimpin Kekuatan Politik Eksis

April 15, 2016
|

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang akan digelar Februari 2017 dipastikan tidak akan menarik, karena hingga saat ini tidak ada tokoh baru atau kekuatan politik baru yang muncul dalam kontestasi pemilihan kepala daerah tersebut.

Demikian hal tersebut disampaikan Pengamat Politik dari Kantor Konsultan Politik Konsep Indonesia (Konsepindo), Veri Muhlis Arifuzzaman, dalam rilis yang diterima NEWSmedia, Senin (11/4/2016) siang.

Veri menjelaskan, sampai hari ini para tokoh yang turun melakukan sosialisasi pencalonan, masih berasal dari kekuatan politik lama, seperti para kepala daerah dan mantan kepala daerah, antara lain Gubernur Incumbent Rano Karno, mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Mantan Bupati Serang Taufik Nuriman, Mantan Bupati Pandeglang Achmad Dimyati Natakusumah dan Mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim serta Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman.

Adapun tokoh baru yang muncul, lanjut Veri, masih berasal dari kekuatan politik lama di Banten, yakni Andika Hazrumy, putra Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

“Semua ini menunjukan tidak ada politisi yang berani melawan mereka (nama-nama tersebut-red). Nampaknya mereka berpikir aman, bagaimana berpasangan atau berkoalisi dengan para bakal calon itu,” kata Veri.

Meskipun sempat muncul Tantowi Yahya dan Anton Apriyantono serta beberapa nama lain, menurut Veri, mereka kurang serius, dan bahkan cenderung tidak serius.

“Pilkada itu kerja besar dan kontestasi panjang. Seperti lari maraton, butuh kesiapan, stamina, keseriusan, daya juang dan ketangguhan. Jika Pilkada hanya diangap mancing ikan atau kontes peragaan busana, pasti lah nggak serius bakal calon itu,” ucapnya.

Veri pun menyayangkan kurang gregetnya Pilkada Banten 2017 yang tidak memunculkan tokoh baru. Dia mencontohkan, di Yogyakarta masyarakat sipil turun membuat gerakan ‘Jogja Independen’, di DKI Jakarta ada gerakan serupa oleh salah satu bakal calon, tetapi di Banten masyarakat ‘adem ayem’ saja.

“Jika terus begini sampai Bulan Juni, dipastikan Banten akan tetap dipimpin oleh kekuatan politik eksis,” tuturnya.

Sumber: Newsmedia.co.id